hati hati.!! Antibiotik bisa merusak kekebalan tubuh bayi.

hati hati.!! Antibiotik bisa merusak kekebalan tubuh bayi.

Pemberian obat antibiotik berdampak terhadap populasi mikrobioma yang dimiliki oleh anak tersebut.
 
 
 
 
Pemberian obat antibiotik berdampak terhadap populasi mikrobioma yang dimiliki oleh anak tersebut.
© Shutterstock
Tidak semua bakteri atau kuman itu membahayakan manusia. Ada pula bakteri yang menguntungkan manusia. Mikrobioma dalam tubuh manusia itu terbentuk sejak saat masih kecil seiring dengan kemampuannya untuk belajar berjalan dan berbicara.
Kumpulan bakteri baik itu memainkan peranan penting, misalnya mencerna makanan, merancang pertahanan melawan bakteri jahat. Penelitian menunnjukkan bahwa mikrobioma yang rapuh ternyata behubungan dengan obesitas, alergi, penyakit peradangan usus, dan diabetes. Untuk membangun mikrobioma yang kuat, balita perlu terpapar berbagai bakteri lewat ibunya, pengasuh atau lewat asupan makanan.
Para peneliti dari berbagai orangisasi termasuk NYU Langone Medical Center dan Broad Institute of MIT and Harvard baru-baru ini menerbitkan dua kertas kerja dalam Science Translational Medicine yang mengungkapkan bahwa cara bayi dilahirkan, jenis asupan yang diberikan oleh ibunya, dan penggunaan antibiotik sebagai obat ternyata memengaruhi cara mikrobioma yang berkembang dalam tubuh bayi.
Secara umum disebutkan oleh para peneliti bahwa bayi yang terpapar mikrobioma ibunya lewat kelahiran normal atau lewat asupan makanan berupa air susu ibu membuat bayi membangun mikrobioma yang kuat. Sementara itu pemberian obat antibiotik berdampak terhadap populasi mikrobioma yang dimiliki oleh anak tersebut.
"Memberikan antibiotik yang tidak diperlukan oleh bayi menurunkan kerumitan, stabilitas dan kekayaan mikrobioma yang dimiliki," ujar Ramnik Xavier, seorang ahli biologi mikro di Broad Institute of MIT dan Harvard, kepada HarvardMagazine.
Xavier dan peneliti lainnya mengungkapkan bahwa setelah bayi diberi obat antibiotik (biasanya untuk menyembuhkan penyakit umum seperti infeksi telinga atau infeksi saluran pernapasan atas), jumlah bakteri yang ada dalam tubuhnya menurun.
Namun, para peneliti juga mengungkapkan bahwa setelah perawatan itu, populasi mikroba dengan cepat melonjak sebelum menurun ke jumlah normalnya lagi. Meskipun jenis bakteri yang kebal tidak membuat bayi sakit pada saat itu, bakteri itu jauh lebih sulit untuk diberantas jika menyebabkan infeksi.
Para peneliti mengambil tinja dari sekitar 40 anak-anak ketika mereka dilahirkan sampai berumur dua tahun dan tiga tahun. Mereka mengumpulkan data kesehatan ibu dan anaknya dan membandingkan bagaimana data itu berubah dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan paparan bakteri yang terjadi terhadap bayi.
Kadang-kadang antibiotik memang diperlukan untuk menyembuhkan sakit yang diderita oleh anak. Jika seorang anak mengalami infeksi yang disebabkan bakteri yang tidak mampu dilawan oleh sistem kekebalan tubuhnya, antibiotik bisa membantu untuk menyembuhkannya dengan relatif cepat.
Namun, dalam banyak kasus seperti dijelaskan oleh Xavier, infeksi telinga dan flu disebabkan oleh virus. Pemberian antibiotik tidak akan menyembuhkan sakit semacam itu. Justru akibatnya populasi mikroba yang diperlukan untuk membangun kekebalan tubuh menjadi hilang.
Menurut Dr. Martin Blaser, peneliti dari New York University menyebutkan bahwa mikrobioma pada anak-anak akan tumbuh sama seperti orang dewasa dan penggunaan antibiotik dapat memperlambat pertumbuhannya. Selain itu, dilansir dari Abcnews.com, penggunaan antibiotik juga dapat meningkatkan jumlah gen tertentu dan membuat kuman kebal terhadap antibiotik.
Oleh karena itu orang tua harus waspada saat memberikan antibiotik kepada bayi agar bakteri baik dalam tubuh anaknya tidak hilang. Pastikan bahwa pemberian antibiotik direkomendasikan oleh dokter. Selain itu penggunaan sabun antibakteri dan losion antibakteri untuk perawatan bayi sebaiknya dihindari agar populasi bakteri yang berguna bagi tubuh tetap terjaga.